Selasa, 02 Oktober 2018

Cara Pencegahan Penyakit Miom Dan Kista Pada Wanita


1.      Miom
Miom atau juga dikenal dengan mioma, leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.
Penyakit miom adalah penyakit yang kerap muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin. Leiomioma yang tidak bergejala terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia >35 tahun.

Penyebab Miom

Ada beberapa penyebab miom yang perlu untuk Anda ketahui sebelum berlanjut pada pembahasan mengenai gejala penyakit miom. Penyebab miom adalah:
·         Faktor hormonal, yaitu ketidakseimbangan hormon estrogen.
·         Gangguan psikis, seperti ketidakseimbangan emosi, stress.
·         Daya tahan tubuh yang rendah. Semakin baik daya tahan tubuh, munculnya faktor risiko sebagai penyebab miom bisa menjadi semakin ditekan.
·         Pola hidup yang tidak sehat juga bisa menjadi penyebab miom.
·         Kurang mengonsumsi sayuran hijau.
·         Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak.
·         Adanya infeksi dan jamur dalam rahim juga bisa menjadi penyebab miom.
Gejala Penyakit Miom – Ciri-Ciri Miom
Meskipun dalam kebanyakan kasus penyakit miom lebih sering ditemukan pada pemeriksaan rutin tanpa sengaja, bukan berarti gejala penyakit miom ini tidak bisa dikenali. Setelah Anda mengetahui tentang penyebab miom, berikut ini beberapa gejala penyakit miom atau ciri-ciri miom yang perlu untuk Anda ketahui.
·         Anemia karena perdarahan hebat saat masa menstruasi. Keluarnya darah dengan volume yang terlalu banyak, terlebih dalam jangka waktu yang cukup lama (lebih lama dari menstruasi normal pada umumnya) bisa menjadi salah satu gejala penyakit miom atau ciri-ciri miom, meskipun hal tersebut juga bisa disebabkan karena alasan kesehatan yang lain.
·         Rasa nyeri pada perut atau panggul yang sangat hebat adalah ciri-ciri miom yang dirasakan menjelang atau saat menstruasi.
·         Perut terasa penuh dan membesar.
·         Sering buang air kecil karena tertekannya kandung kemih oleh miom.
·         Rasa nyeri saat berhubungan seksual.
·         Gangguan menstruasi, seperti terasa sangat nyeri, perdarahan hebat, dan jadwal yang tidak teratur. Jika Anda mengalami hal ini secara berulang atau berkala, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apakah hal ini merupakan ciri-ciri miom atau tidak.
Miom adalah penyakit yang menjadi alasan kekhawatiran untuk banyak kaum Hawa. Pasalnya, penyakit miom bisa menyebabkan beberapa kerugian atau penurunan kualitas hidup, terutama yang berhubungan dengan faktor reproduksi. Penyakit miom bisa menyebabkan:
·         Sulit hamil.
·         Perdarahan yang banyak pada masa menstruasi dan di luar masa menstruasi.
·         Rasa nyeri pada perut karena adanya infeksi di dalam rahim akibat tekanan dari miom.
·         Gangguan metabolisme (terganggunya proses buang air besar).
·         Gangguan ginjal.
Miom pada ibu hamil dapat mengakibatkan:
·         Keguguran akibat terhalanginya suplai makanan dan oksigen pada janin, serta terganggunya pelepasan plasenta.
·         Posisi bayi sungsang.
·         Terhalanginya jalan lahir.
·         Lemahnya kontraksi Rahim.
·         Perdarahan pasca persalinan.
Apakah miom dapat menyebabkan kemandulan dan keguguran pada ibu hamil?
Ya. Miom dapat menyebabkan kemandulan dan keguguran. Miom dapat menyebabkan kemandulan jika miom tumbuh dan berkembang tepat pada ujung mulut rahim sehingga miom menghalangi proses pembuahan. Miom dapat menyebabkan keguguran jika miom tumbuh dan berkembang serta menghalangi jalan saluran makanan dan oksigen untuk janin. Akibatnya, janin akan meninggal karena terganggu perkembangannya. Selain itu, miom dapat mengganggu pelepasan plasenta sehingga memicu keguguran janin.
Apakah benar jika miom biasanya menyerang perempuan pada usia produktif?
Pertumbuhan miom dipengaruhi oleh hormon estrogen. Karena itu, miom dapat membesar pada usia reproduksi dan mengecil pada pasca menopause.
Perempuan dengan miom di rahim masih bisa hamil jika:
·         Miom tidak menyumbat saluran telur dan tidak menekan rongga rahim.
·         Ukuran miom tidak besar, kurang dari 3 cm.
·         Tidak ada kelainan lain bersama miom.
·         Miom tidak muncul pada daerah yang menghalangi pembuahan dan tidak menyumbat distribusi makanan serta oksigen bagi janin.
Untuk lebih jelasnya, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan melalui pemeriksaan USG. Hal ini penting untuk dilakukan guna mengetahui kemungkinan bisa hamil atau tidak.
Biasanya, pengobatan miom dilakukan jika miom memunculkan gejala yang menyakitkan. Jika miom tidak memberikan efek apa pun yang dapat dirasakan oleh tubuh, biasanya miom akan menghilang sendiri setelah masa menopause.
Untuk beberapa kasus, dokter akan menyarankan operasi miom sebagai alternatif penanganan miom. Operasi miom adalah salah satu cara pengobatan miom yang biasanya dilakukan jika penanganan dengan obat kurang memberikan hasil yang maksimal.
Meskipun memiliki banyak efek yang cukup mengkhawatirkan untuk wanita, miom adalah penyakit yang dapat ditangani dengan pengobatan yang tepat. Penderita miom tidak boleh terlalu banyak stress karena aktivitas hormonal bisa semakin kacau jika kebanyakan stress. Yang terpenting, penderita miom harus selalu berkonsultasi dengan dokter agar miom ini tidak menjadi semakin parah.
Berikut ini merupakan Caranya menjalani pola hidup sehat, seperti pola makan yang baik dan berolahraga secara teratur.
1. Lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah
Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh di masa pemulihan setelah masa pengobatan berlangsung. Terutama untuk meningkatkan stamina tubuh dan menetralisis dampak bahan kimia yang masuk kedalam tubuh selama masa pengobatan.
2. Mengatur asupan daging
Atur porsi asupan daging Anda. Bukan berarti membatasi asupan daging; melainkan mengkonsumsinya lebih sering dalam porsi kecil. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah, makanlah menu daging secaa perlahan-lahan. Aktivitas ini penting untuk menghindari proses pencernaan daging dalam jumlah banyak secara cepat. Kondisi tersebut cenderung memicu produksi hormone yang justru menghambat proses pemulihan. baca juga bahaya penyakit miom
3. Makanan ber-GI rendah
GI atau glycemic index, adalah takaran yang menunjukkan tinggi atau rendahnya kadar glukosa di dalam makanan. Saat menjalani proses pengobatan kista, Anda sangat disarankan mengonsumsi makanan berkadar glukosa rendah, seperti; biji-bijian, dan kacang-kacangan. Pastikan Anda menambah porsi jenis makanan ini dalam menu sehari-hari.
4. Konsumsi obat miom dari tanaman herbal
tak bisa kita pungkiri, bahwa Sudah banyak terbukti orang-orang yang mengkonsusmsi obat-obatan herbal dalam mencegah miom tumbuh banyak yang berhasil.
5. Minum Air Putih
Selain jenis makanan tersebut diatas, konsumsilah air putih secara rutin. Minimalkan atau bakan hindari minuman berkafein dan beralkohol serta batasi konsumsi makanan berkadar gula tinggi.
6. Tidur secara teratur
Tidak disanksikan lagi bahwa tidur secara teratur dan cukup akan memberi dampak baik bagi kesehatan yang memadai,sebaba semua jenis saraf,kelancaran aliran darah dan pertumbuhan sel serta hormone tubuh terkait dengan faktor bekerja dan istirahatnya organ tubuh.

2.      Kista
Kista adalah masalah kesehatan akibat adanya suatu organ yang membesar dan di dalamnya berisi cairan, seperti sebuah balon yang berisi air.
Penyebab kista pada wanita merupakan organ yang paling sering menjadi kista adalah indung telur. Tidak ada ketentuan apakah indung telur kiri atau kanan yang sering menjadi kista. Pada kebanyakan kasus, kista adalah penyakit yang justru tidak memerlukan operasi untuk penyembuhannya.
Meskipun demikian, pengetahuan tentang apa itu penyakit kista adalah hal yang perlu diketahui secara mendetail oleh setiap wanita yang peduli pada kesehatannya. Keberadaan penyakit kista pada wanita bisa menjadi salah satu gangguan kesehatan yang serius hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika seorang wanita yang menderita penyakit kista tersebut sedang mengalami datang bulan atau menstruasi.
Setiap wanita mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri. Ukuran normalnya sebesar biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masih muda, sering disebut juga follicle. Setiap bulan follicle tersebut membesar dan satu di antaranya membesar sangat cepat dan menjadi telur yang matang.
Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur yang matang ini tidak dibuahi, follicle akan mengecil dan menghilang dalam waktu 2-3 minggu dan akan terus berulang sesuai siklus haid pada seorang wanita. Kista adalah gangguan pada proses ovulasi tersebut.

Penyebab Kista pada Wanita

Setelah mengetahui apa itu kista, mari telusuri lebih dalam tentang penyebab kista pada wanita.
·         Paling umum, penyebab kista adalah tumor
·         kondisi genetik
·         infeksi
·         Pada kasus tertentu, penyebab kista adalah kesalahan pada perkembangan embrio
·         cacat sel
·         Peradangan yang sangat parah
·         Parasit
·         cedera
Kebanyakan penyebab kista adalah tumor jinak karena adanya halangan pada sistem pembuangan air dari dalam tubuh yang terjadi secara alami. Akan tetapi, beberapa penyakit kista bisa menjadi tumor yang tumbuh dalam sebuah tumor.

4 Macam Jenis Penyakit Kista pada Wanita

Setelah mengetahui apa itu penyakit kista pada wanita, tentu Anda harus mengetahui jenis penyakit kista. Penyakit kista adalah penyakit yang bisa dibedakan menjadi 4 macam kista indung telur: Kista ovarium (kista fungsional), dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma).

1. Penyakit Kista Ovarium (Kista Fungsional)

Penyakit kista ovarium adalah kantong cairan yang mengendap di dalam ovarium wanita. Ovarium merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita sehingga gangguan pada bagian tubuh ini disebut dengan kista ovarium.
Sel kista ovarium yang berjenis kista fungsional merupakan penyakit kista yang umum dan dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Akan tetapi kista patologis memiliki sifat kanker.

2. Penyakit Kista Dermoid

Penyakit kista dermoid adalah kantong yang terbentuk pada kulit tubuh wanita, terdiri dari struktur jaringan kulit, kelenjar keringat, folikel rambut, jaringan saraf, atau gigi.
Kista dermoid berbentuk seperti benjolan di permukaan kulit.

3. Penyakit Kista Coklat Endometriosis

Kista Coklat Endometriosis disebut kista coklat karena gejalanya ditandai dengan hadirnya cairan berwarna cokelat kemerahan.

4. Kista Kelenjar Cystadenoma

Penyakit kista kelenjar cystadenoma merupakan tumor jinak yang muncul ke permukaan ovarium berukuran besar.
Sebagian besar penyakit kista pada wanita adalah kasus yang muncul tanpa gejala kista dan diketahui secara kebetulan pada waktu periksa dokter. Menurut pengalaman, diketahuinya menderita kista indung telur biasanya sewaktu periksa check up atau sewaktu periksa karena sebab lain.

Gejala khas yang muncul jika terjadi penyakit kista adalah:

Gejala Kista Ovarium (Kista Fungsional)

Sering muncul tanpa gejala kista. Timbul gejala rasa sakit apabila disertai komplikasi seperti terpuntir atau pecah, tetapi komplikasi ini sangat jarang. Kista fungsional ini paling sering terjadi dan sangat jarang pada dua indung telur. Ia bisa mengecil sendiri dalam waktu 1-3 bulan.

Gejala Kista Dermoid

Penyebab penyakit kista dermoid adalah karena jaringan dalam telur yang tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala kista berupa rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.

Gejala Kista Cokelat (endometrioma)

Penyebab penyakit kista jenis endometrioma adalah lapisan di dalam rahim (yang biasanya terkelupas sewaktu haid dan terlihat keluar dari kemaluan seperti darah), tidak terletak dalam rahim tetapi melekat pada dinding luar indung telur. Akibat peristiwa ini setiap kali haid, lapisan tersebut menghasilkan darah haid, yang akan terus menerus tertimbun dan menjadi kista. Kista ini bisa pada satu atau dua indung telur. Timbul gejala kista utama yaitu rasa sakit terutama sewaktu haid atau sexual intercourse.

Gejala Kistadenoma

Berasal dari pembungkus indung telur yang tumbuh menjadi kista. Kista jenis ini juga dapat menyerang indung telur kanan dan kiri. Gejala kista yang timbul biasanya akibat penekanan pada bagian tubuh sekitar seperti kandung kencing sehingga dapat menyebabkan semacam ”beser”.

Apakah penyakit kista adalah penyakit yang berbahaya?

Setelah mengetahui apa itu penyakit kista dan gejala kista pada perempuan, muncul pertanyaan paling penting tentang penyakit kista, yaitu apakah penyakit kista adalah penyakit yang berbahaya.
Salah satu bahaya yang ditakuti tentang penyakit kista adalah jika kista tersebut menjadi ganas. Sekalipun tidak semua kista mudah berubah menjadi ganas. Berdasar kajian teoritik, kista fungsional yang paling sering terjadi dan sangat jarang menjadi ganas. Sebaliknya kistadenoma yang jarang terjadi tetapi mudah menjadi ganas terutama pada usia di atas 45 tahun atau kurang dari 20 tahun.
Bahaya lain dari penyakit kista adalah apabila terpuntir. Kejadian ini akan menimbulkan rasa sakit yang sangat dan memerlukan tindakan darurat untuk mencegah kista jangan sampai pecah. Apabila kista tersebut sampai pecah bisa mengakibatkan hal-hal yang sangat berbahaya bagi penderita.
Salah satu saran terbaik untuk mendeteksi dini keberadaan kista adalah dengan rutin memeriksakan diri ke dokter secara periodik, memerhatikan gejala kista, dan menghindari aktivitas yang dapat menjadi penyebab kista sehingga seorang wanita bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan pada tubuhnya, termasuk mengantisipasi penyebab kista pada wanita.
Cara Pencegahan Kista :
1.    Kurangi makanan yang berkadar lemak tinggi
Konsumsi lemak dalam kuantitas yang besar mampu akan menyebabkan gangguan hormon dan meningkatkan hormon cotisol. Hormone cortisol adalah hormon penyebab stress. Untuk itu sebisa mungkin jauhi asupan lemak berlebih
2.    Konsumsi  lebih banyak sayur dan buah
Sayur dan buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Mampu membuat anda meningkatkan stamina tubuh .Selain itu juga dapat menetralisir bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh anda.
3.    Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan
Makanan dengan kandungan antioksidan akan melawan radikal bebas . Radikal bebas yang mungkin dihasilkan karena polusi, debu dan bahan kimia lainnya.
4.    Menjaga pola hidup sehat
Mejaga pola hidup sehat adalah hal paling penting yang perlu anda budayakan mulai saat ini. Menghindari rokok adalah tugas utama anda dan mulai berolahraga
5.    Riwayat kista
Anda perlu mengetahui garis keturunan keluarga anda, apakah salah satu dari anggota keluarga anda ada yang pernah mengalami kista atau tidak, jika ya, berarti peluang anda menderita kista cukup besar, namun dengan melakukan pencegahan melalui pola hidup sehat anda berpeluang kecil menderitanya
6.    Konsumsi obat herbal nyata
Sudah banyak terbukti orang-orang yang mengkonsusmsi obat-obatan herbal  dalam penyembuhan penyakit kista banyak yang berhasil . Anda bisa menggunakan 30 gram daun dewa, 50 gram temu mangga , 5 gram daging buah mahkota dewa kemudian di rebus bersamaan dengan 800cc air hingga tersisa setengah bagian. Minum secara teratur dua kali sehari.
7.    Setelah menikah, usahakan hamil segera
Bagi anda yang sudah menikah , segera mungkin mempunyai momongan untuk menghindari terjadinya pembentukan kista yang disebabkan oleh adanya frekuensi menstruasi dan aktivitas hormon.
8.    Lakukan pemeriksaan medis
Pemeriksaan medis dapat berupa pemeriksaan klinis genekologik, untuk dapat melihat apakah ada gejala yang memungkinkan pembesaran ovarium .  Dapat juga dengan cara pemeriksaan USG bila memang diperlukan bisa juga menggunakan alat Doppler.  Pemeriksaan medis juga bisa berupa petanda tumor dan pemeriksaan dengan menggunakan CT-Scan. Ada cara medis terbaru adalah dengan menggunakan crystal X yang efektif untuk mencegah penyakit kista.
9.    Gunakan pil KB
Kontrasepsi oral atau pil KB ternyata mampu meminimalisir resiko seseorang terkena kista karena mampu mencegah produksi sel telur.
10.    Mencegah kebersihan  area kewanitaan
Beberapa kasus penyakit yang berhubungan dengan area kewanitaan. Disebabkan karena infeksi mikroorganisme yang berkembang. Pencegahan sel-sel tumor agar tidak berkembang dapat dilakukan dengan senantiasa membersihkan dan menjaga kelembapan area kewanitaan.
Meskipun masih bisa dilakukan pengangkatan dengan jalan operasi apabila kista sudah menyebar akan tetapi ada baiknya untuk anda melakukan pencegahan karena bagaimanapun hidup sehat merupakan dambaan setiap orang.
Sumber :


2 komentar: